Jumat, 30 November 2012

Indonesia


Piala AFF 2010 yang mengangkat nama Indonesia di mata para suporternya itu sudah berlalu. Dua tahun setelahnya, Indonesia dan sepakbolanya, mengalami banyak guncangan. Piala AFF kali ini pun dihelat di tengah guncangan yang masih melanda itu.
Dari mulai gerakan suporter yang berlangsung selama Piala AFF 2010, hingga turunnya rezim Nurdin Halid dan pergantian kepengurusan, Indonesia sudah sampai ke titik di mana guncangan itu membawa pergolakan pula ke tubuh tim nasional. Adanya dualisme kompetisi dan serentetan kejadian tidak menyenangkan lainnya --kekalahan telak 0-10 dari Bahrain dan peringkat FIFA yang terus merosot-- membuat pandangan miris dan stigma negatif kerap diarahkan ke tubuh 'Skuat Garuda'.

Pertanyaannya dengan keadaan yang tidak menyenangkan itu, sejauh mana Indonesia bisa melangkah di Piala AFF kali ini? Ini adalah tantangannya.

Berkali-kali pelatih Nil Maizar menyatakan optimistis dengan skuat yang dimilikinya. Dia tidak pernah mengeluhkan materi skuat yang dimilikinya yang tidak diisi nama-nama senior lantaran tak dilepas klub masing-masing. Sebaliknya, dia berusaha memaksimalkan siapa pun yang ada di dalamnya. Dalam bahasa Nil, pekerjaan melatih seperti ini haruslah dilakukan dengan kepenuhan hati.

Indonesia masih memiliki Bambang Pamungkas di lini depan plus seorang gelandang senior bernama Elie Aiboy. Keduanya bakal bahu-membahu dengan para juniornya seperti Irfan Bachdim, Andik Vermansah, Vendry Mofu, hingga Wahyu Wijiastanto dan Endra Prasetya. Nama-nama itu masih ditambah wajah "asing" seperti Jhonny van Beukering dan Tonnie Cusell. Di bahu merekalah pertanyaan sejauh mana Indonesia akan melangkah itu dibebankan.

Bepe mencetak satu gol dalam laga ujicoba melawan Timor Leste. Sementara, Irfan, yang posisi aslinya memang gelandang, lebih banyak diplot sebagai pengatur serangan. Dalam dua laga ujicoba terakhir, Irfan banyak turun ke lini tengah untuk merebut bola sekaligus aktif mengalirkan bola ke seluruh lapangan. Kinerjanya yang lebih cocok untuk diplot sebagai gelandang itu diperkirakan bakal lebih klop jika dibantu Taufiq, Vendry, ataupun Cusell.

Mampukah Indonesia melewati hadangan Singapura, Malaysia, dan Laos di fase grup? Kita nantikan saja. Yang jelas, dengan segala gegap gempita dua tahun silam, dan kerinduan untuk mengangkat trofi lagi, jawaban dari pertanyaan itu bisa jadi adalah "harus bisa".


sumber : - - detikSport
Rabu, 21/11/2012 12:12 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar